Semarang, 24 November 2025 – Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Kuliah Umum PostDoctoral dengan tema “Breeding strategies to enhance growth traits through Molecular Marker Assisted Selection (MAS) in Dorper sheep.”
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa Program Magister dan Doktor Peternakan. Kuliah umum ini menjadi salah satu upaya Prodi untuk memperkaya wawasan mahasiswa terkait strategi pemuliaan modern berbasis bioteknologi molekuler.
Pembukaan dengan sambutan oleh Kaprodi Doktor Peternakan Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Sutaryo menekankan pentingnya pemahaman terhadap pendekatan pemuliaan berbasis penanda molekuler sebagai metode yang semakin relevan di era peternakan presisi.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama Dr. Ir. Achiriah Febriana, S.Pt., M.Si., IPM dari (Balai Besar Pelatihan Peternakan – BBPP Batu)
Beliau memaparkan bagaimana Molecular Marker Assisted Selection (MAS) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa pertumbuhan domba Dorper secara lebih efisien dan akurat. Pendekatan MAS memungkinkan proses seleksi dilakukan sejak dini berdasarkan penanda genetik yang berasosiasi dengan sifat unggul, sehingga dapat mengurangi biaya dan waktu dalam pemuliaan ternak.
Materi yang disampaikan mencakup: Prinsip dasar MAS dalam pemuliaan modern, Identifikasi marker genetik yang berpengaruh pada sifat pertumbuhan, Aplikasi MAS dalam populasi domba Dorper, Tantangan dan potensi penerapannya di Indonesia
Mahasiswa Magister dan Doktor menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi aktif terkait peluang penerapan MAS dalam pengembangan peternakan berbasis teknologi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membuka cakrawala mahasiswa terhadap perkembangan ilmu genetika dan pemuliaan ternak di tingkat global.
Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, Program Doktor Ilmu Peternakan UNDIP berharap seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan teknologi molekuler dalam peningkatan mutu genetik ternak, serta dapat mengimplementasikannya dalam riset maupun pengembangan peternakan nasional.
